Categories
Uncategorized

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membuat Rencana Bisnis

Pengusaha sering terlalu bersemangat untuk memulai bisnis mereka secepat mungkin. Namun, rencana bisnis yang realistis adalah langkah pertama menuju kesuksesan, karena menjelaskan bagaimana bisnis akan menghasilkan keuntungan dalam jangka panjang. Ini diarahkan pada audiens tertentu dan memiliki tujuan tertentu. Misalnya, rencana bisnis mungkin ingin meyakinkan perusahaan untuk memulai proyek baru atau investor untuk berinvestasi dalam proyek tersebut. Anda mungkin bertanya-tanya, “Dari mana saya harus memulai?” Baca tips kami untuk membuat rencana bisnis yang matang dan terorganisir.

  1. Mengetahui Audiens

Sebuah rencana bisnis ditulis untuk tujuan yang berbeda, masing-masing dengan audiens yang berbeda . Misalnya, rencana bisnis yang ditulis dalam tahap pengembangan bisnis kemungkinan besar akan menargetkan investor. Nada dari rencana bisnis ini akan bersifat persuasif untuk meyakinkan investor bahwa ide bisnisnya menjanjikan dan akan bermanfaat bagi mereka untuk membantu mendanainya. Jenis rencana bisnis umum lainnya adalah yang ditulis sebagai rencana ekspansi untuk perusahaan. Para manajer dan dewan direksi ingin mendengar tentang kinerja masa lalu dari tim yang bertanggung jawab atas ekspansi tersebut. Nada dari rencana bisnis iniakan menjadi perpaduan nada informatif dan persuasif. Kuncinya adalah mengetahui audiens yang akan membaca rencana bisnis dan harapan mereka .

  1. Menetapkan Tujuan yang Jelas dan Realistis

Sebelum menulis rencana bisnis, Anda harus memiliki tujuan bisnis yang jelas dan realistis . Pertimbangkan untuk menjawab dua pertanyaan berikut: Apa yang ingin dicapai oleh bisnis, dan apa yang mampu dicapai oleh bisnis? Meskipun investor akan berinvestasi dalam proyek yang memiliki masa depan yang berkelanjutan dan cenderung menghasilkan keuntungan yang tinggi, membuat proyeksi penjualan yang tidak realistis akan mendorong investor menjauh. Ini berarti bahwa riset pasar dan industri yang tepat diperlukan untuk memahami pelanggan, menganalisis persaingan, mendapatkan kesadaran akan pola pembelian, menilai kesenjangan pasar, mengetahui pemasok, dan banyak lagi. Semakin mendalam penelitiannya, semakin baik. Selalu berusaha untuk data yang realistis. Hindari bersikap optimis yang tidak realistis, karena ini akan membuat investor menjauh.

  1. Mencantumkan Komponen yang Diperlukan

Sebelum menulis rencana bisnis, buat daftar komponen yang diperlukan dari rencana bisnis. Misalnya, setiap rencana bisnis harus menyertakan informasi tentang target pasar, analisis industri, proyeksi penjualan dalam tiga tahun pertama, biaya yang dikeluarkan dalam tiga tahun pertama, rencana pemasaran, dan nilai yang akan ditambahkan ke bisnis yang ada. atau investor. Ini akan membantu melacak rencana dan akan memastikan bahwa rencana bisnis yang efektif dibuat. Ini akan mencakup semua aspek yang relevan, membantu investor dan dewan direksi membuat keputusan. Tujuan dari rencana bisnis adalah untuk meyakinkan audiensuntuk percaya pada proyek dan membujuknya untuk mengambil tindakan yang diperlukan; oleh karena itu, itu harus mencakup semua informasi yang ingin diketahui audiens.

  1. Ketahui Persaingan dan Tren Pasar

Rencana bisnis harus ditulis dengan mempertimbangkan persaingan. Dengan ini, kami bermaksud itu harus kompetitif sesuai standar industri. Misalnya, rencana ekspansi harus memprediksi tujuan pesaing dan mendikte tindakan yang disarankan untuk menanggapi proyeksi ini. Ini akan membantu perusahaan memahami signifikansinya sambil mengembangkan dan mempertahankan keunggulan kompetitif di pasar. Jika pesaing terbesar sedang berekspansi ke pasar baru, mungkin inilah saatnya bagi Anda untuk pindah juga!

Sebuah rencana bisnis membutuhkan banyak usaha dan penelitian bahkan sebelum semuanya dituliskan di atas kertas. Jika didukung oleh penelitian yang tepat dan data faktual, rencana ini menjadi lebih efektif dan persuasif. Itu dapat meyakinkan audiens untuk mengambil tindakan yang diperlukan, seperti berinvestasi dalam bisnis, menyetujui proyek baru, dan banyak lagi. Berhati-hatilah untuk memastikan bahwa rencana bisnis Anda dipikirkan dengan matang dan diatur dengan cermat. Jangan terburu-buru!

Sumber: https://www.completecontroller.com

Cek artikel lainnya DISINI

Categories
Uncategorized

Things to Look for Before Making a Business Plan

Entrepreneurs are often over-zealous about starting their business as quickly as possible. However, a realistic business plan is the first step to success, as it clarifies how the business will make profits long-term. It is directed towards a particular audience and has certain objectives. For example, a business plan may want to convince the company to initiate a new project or investors to invest in the project. You may be wondering, “Where do I even begin?” Read our tips for creating a well-thought-out and organized business plan. 

  1. Knowing the Audience

A business plan is written for different purposes, each with a different audience. For example, a business plan written in the development stages of a business will most likely be targeting investors. The tone of this business plan will be persuasive in order to convince investors that the business idea is promising and that it would be beneficial for them to help fund it. Another common type of business plan is the one written as an expansion plan for the company. The managers and board of directors would like to hear about the past performance of the team responsible for the expansion. The tone of this business plan will be a blend of informative and persuasive tone. The key is to know the audience that will be reading the business plan and their expectations. 

  1. Setting Clear and Realistic Goals

Before writing a business plan, you must have clear and realistic goals for the business. Consider answering these two questions: What is it that the business wants to achieve, and what is the business capable of achieving? Although investors will invest in a project that has a sustainable future and is likely to generate high profits, making unrealistic sales projections will push the investors away. This means that proper market and industry research is needed to understand the customers, analyze the competition, gain awareness of the buying patterns, assess the market gaps, know the suppliers, and more. The more insightful the research is, the better. Always strive for realistic data. Avoid being unrealistically optimistic, as this will drive investors away.

  1. Listing the Necessary Components

Before writing a business plan, list the necessary components of a business plan. For example, every business plan must include information about the target market, an analysis of the industry, sales projection in the first three years, costs incurred in the first three years, a marketing plan, and the value it will add to the existing business or investors. This will help keep track of the plan and will ensure that an effective business plan is created. It will cover all the relevant aspects, helping investors and the board of directors make the decision. The purpose of a business plan is to convince the audience to believe in the project and persuade it to take the necessary action; therefore, it should include all the information that the audience would want to know.

  1. Know the Competition and Market Trends

The business plan must be written with the competition in mind. By this, we mean it must be competitive as per the standards of the industry. For example, the expansion plan must predict the objectives of competitors and dictate the suggested course of action to respond to these projections. This will help the company understand its significance while developing and maintaining a competitive edge in the market. If the biggest competitor is expanding into a new market, maybe it is time for you to move too!

A business plan requires a lot of effort and research before anything is even put down on paper. When backed by proper research and factual data, this plan becomes more effective and persuasive. It can convince the audience to take the necessary action, such as investing in the business, approving a new project, and more. Take care to ensure that your business plan is well-thought-out and meticulously organized. Do not rush!

Source: https://www.completecontroller.com

Check other articles HERE

Categories
Uncategorized

Worst Financial Mistakes Startups Make

Every company thrives to be successful and wants to be the best in the industry. A company invests time and money, making sure it generates as much revenue as possible. However, some ineffective practices and financial mistakes that a company can make during their startup process can lead to financial crises.

Inappropriate Pricing:

Sometimes companies become dishonest. They invest less and sell their products at inflated prices to earn maximum profit. It is unethical to lie to customers about the product or service. Eventually, the client will realize that they are being cheated, which creates a negative reputation for the business. The company can lose sales and the opportunity to build customer loyalty.

Data:

Sometimes investors are overpowered by confidence, and they neglect the statistical data that is built after thorough market research. Experts recommend playing it safe before investing and suggest using research data to develop the business.

Inappropriate Budget Plans:

It is common for the budget to be ignored if needs arise that are not initially considered. It is important to plan and budget while keeping some unforeseen expenses in mind. For example, a sudden shortage of raw material, an increase in demand of any byproduct, or any unfortunate accident can add up and exceed usual expenses and the approved budget.

High Fixed Costs:

Sometimes there is a shortage of staff or an exceptionally high workload, so the work must be outsourced. Outsourcing is a helpful method but should be avoided as much as possible. It is important to emphasize that this practice must be carried out in secondary areas and not in the core of the business. Otherwise, it could compromise the quality of the services and/or products.

Reinvesting:

Sometimes reinvesting in a business proves to be profitable. Companies reinvest in the existing business to make it more beneficial and profitable. Reinvesting is crucial and may result in more steady growth and success. However, do not reinvest in the wrong business. Reinvesting requires proper planning and analysis. It involves money and the expenditure of time and energy, which are also valuable for running a successful business. Therefore, reinvestment plans should be considered at the time of startup.

Self-finance:

Approximately 50% of entrepreneurs finance the entire business with their own money. However, this can cause companies to drown due to a lack of customers or a mismatch between income and liability payment. It is wiser to self-finance a business if the investment is minimal. If the investment is significant, taking a loan or obtaining finance from an investor should be considered.

Business Credit:

It takes time to qualify for business credit. Still, business owners should consider it important from the very beginning and strive to be registered to a business credit bureau as soon as possible. It is essential that there are separate accounts for business and personal credits. Once the business credit is built, it will be less likely to affect the owner’s personal credit if the business incurs considerable losses.

Income Plan:

Avoid being optimistic about income. Every business startup needs time to stabilize and turn a profit. The business goes through a lot of ups and downs before finally starting to generate revenue. When you take the reins of a business, many times, you expect income that is not consistent with reality, especially regarding the time it can take to produce revenue.

Usual Mistakes:

When the business starts to post positive numbers, the entrepreneur usually makes two mistakes: spending all resources or reinvesting without planning. Both result in the fatality of the business. Once the business starts generating income, wait until the figures become constant and consistent before spending or reinvesting.

Salary:

Usually, the owner of the business does not assign a salary for himself at the start of the venture but will opt for “taking as you need.” This is a serious mistake since this financial factor is lost and can negatively influence cash flow. The owner should assign a specific amount of salary for himself and should manage within that allocated amount of money. If the owner keeps taking money from the revenue without any check and balance, the business will soon lose control due to the unforeseen cost of this salary.

Payment Method:

Different people opt for different methods of payment. Some like to have online transactions, while others like to pay via check. It is ideal to present a range of alternative payment methods to facilitate the purchasing process for different types of customers. This increases the chances of customer loyalty and payment.

Source: https://www.completecontroller.com/

Check other articles HERE

Categories
Uncategorized

Kesalahan Finansial Terburuk yang Dilakukan Startup

Setiap perusahaan berkembang untuk menjadi sukses dan ingin menjadi yang terbaik di industri . Sebuah perusahaan menginvestasikan waktu dan uang, memastikan itu menghasilkan pendapatan sebanyak mungkin. Namun, beberapa praktik yang tidak efektif dan kesalahan keuangan yang dapat dilakukan perusahaan selama proses startup mereka dapat menyebabkan krisis keuangan.

Harga yang tidak pantas:

Terkadang perusahaan menjadi tidak jujur. Mereka berinvestasi lebih sedikit dan menjual produk mereka dengan harga tinggi untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Tidak etis berbohong kepada pelanggan tentang produk atau layanan. Akhirnya, klien akan menyadari bahwa mereka ditipu, yang menciptakan reputasi negatif bagi bisnis. Perusahaan dapat kehilangan penjualan dan kesempatan untuk membangun loyalitas pelanggan. 

Data:

Terkadang investor dikuasai oleh kepercayaan diri, dan mereka mengabaikan data statistik yang dibangun setelah riset pasar yang menyeluruh. Para ahli merekomendasikan bermain aman sebelum berinvestasi dan menyarankan menggunakan data penelitian untuk mengembangkan bisnis.  

Rencana Anggaran yang Tidak Sesuai:

Adalah umum bagi anggaran untuk diabaikan jika muncul kebutuhan yang pada awalnya tidak dipertimbangkan. Penting untuk merencanakan dan menganggarkan sambil mengingat beberapa pengeluaran tak terduga. Misalnya, kekurangan bahan mentah yang tiba-tiba, peningkatan permintaan produk sampingan apa pun, atau kecelakaan yang tidak menguntungkan dapat menambah dan melampaui pengeluaran biasa dan anggaran yang disetujui.

Biaya Tetap Tinggi:

Terkadang ada kekurangan staf atau beban kerja yang sangat tinggi, sehingga pekerjaan harus di- outsource. Outsourcing adalah metode yang membantu tetapi harus dihindari sebisa mungkin. Penting untuk ditekankan bahwa praktik ini harus dilakukan di area sekunder dan bukan di inti bisnis. Jika tidak, hal itu dapat membahayakan kualitas layanan dan/atau produk.

Investasi ulang:

Terkadang menginvestasikan kembali dalam bisnis terbukti menguntungkan. Perusahaan menginvestasikan kembali dalam bisnis yang ada untuk membuatnya lebih menguntungkan dan menguntungkan. Investasi ulang sangat penting dan dapat menghasilkan pertumbuhan dan kesuksesan yang lebih stabil . Namun, jangan berinvestasi kembali dalam bisnis yang salah. Reinvestasi membutuhkan perencanaan dan analisis yang tepat. Ini melibatkan uang dan pengeluaran waktu dan energi, yang juga berharga untuk menjalankan bisnis yang sukses. Oleh karena itu, rencana reinvestasi harus dipertimbangkan pada saat memulai.

Keuangan sendiri:

Sekitar 50% pengusaha membiayai seluruh bisnis dengan uang mereka sendiri . Namun, hal ini dapat menyebabkan perusahaan tenggelam karena kurangnya pelanggan atau ketidaksesuaian antara pendapatan dan pembayaran kewajiban. Lebih bijaksana untuk membiayai bisnis sendiri jika investasinya minimal. Jika investasinya signifikan, mengambil pinjaman atau memperoleh pembiayaan dari investor harus dipertimbangkan.

Kredit Bisnis:

Dibutuhkan waktu untuk memenuhi syarat untuk kredit bisnis. Namun, pemilik bisnis harus menganggapnya penting sejak awal dan berusaha untuk mendaftar ke biro kredit bisnis sesegera mungkin. Sangat penting bahwa ada akun terpisah untuk kredit bisnis dan pribadi. Setelah kredit bisnis dibangun, kemungkinan kecil akan mempengaruhi kredit pribadi pemilik jika bisnis mengalami kerugian yang cukup besar.

Rencana Pendapatan:

Hindari bersikap optimis tentang pendapatan. Setiap startup bisnis membutuhkan waktu untuk menstabilkan dan menghasilkan keuntungan. Bisnis mengalami banyak pasang surut sebelum akhirnya mulai menghasilkan pendapatan. Ketika Anda memegang kendali sebuah bisnis, seringkali Anda mengharapkan pendapatan yang tidak sesuai dengan kenyataan, terutama mengenai waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan pendapatan.

Kesalahan Biasa:

Ketika bisnis mulai membukukan angka positif, pengusaha biasanya membuat dua kesalahan: menghabiskan semua sumber daya atau menginvestasikan kembali tanpa perencanaan. Keduanya mengakibatkan fatalitas bisnis. Setelah bisnis mulai menghasilkan pendapatan, tunggu sampai angkanya menjadi konstan dan konsisten sebelum membelanjakan atau menginvestasikan kembali.

Gaji:

Biasanya, pemilik bisnis tidak menetapkan gaji untuk dirinya sendiri pada awal usaha tetapi akan memilih untuk “mengambil sesuai kebutuhan.” Ini adalah kesalahan serius karena faktor keuangan ini hilang dan dapat mempengaruhi arus kas secara negatif . Pemilik harus menetapkan jumlah tertentu gaji untuk dirinya sendiri dan harus mengelola dalam jumlah uang yang dialokasikan . Jika pemilik terus mengambil uang dari pendapatan tanpa check and balance, bisnis akan segera kehilangan kendali karena biaya tak terduga dari gaji ini.

Cara Pembayaran:

Orang yang berbeda memilih metode pembayaran yang berbeda. Beberapa suka melakukan transaksi online, sementara yang lain suka membayar melalui cek. Sangat ideal untuk menghadirkan berbagai metode pembayaran alternatif untuk memfasilitasi proses pembelian untuk berbagai jenis pelanggan. Hal ini meningkatkan kemungkinan loyalitas pelanggan dan pembayaran.

Sumber: https://www.completecontroller.com/

Cek artikel lainnya DISINI

Categories
Uncategorized

Hello world!

Welcome to BLOG MAHASISSWA UNIVERSITAS MEDAN AREA. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!